Muswil V LDII Sulteng, Chriswanto Tekankan Tagline 3K LDII “Karya, Kontribusi, Komunikasi”

PALU: Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Tengah hari ini Selasa (15/3) melaksanakan Musyawarah Wilayah V di Hotel Best Western, Palu.

Ketua Umum DPP LDII Ir KH Chriswanto Santoso, MSc dalam sambutannya mengatakan musyawarah wilayah adalah suatu proses konsolidasi lima tahunan.  Dengan dilaksanakannya muswil V ini, ia menilai LDII Sulteng adalah organisasi yang sehat, bisa melaksanakan kewajiban-kewajibannya.

Ia berharap momen musyawarah ini betul-betul dimanfaatkan untuk melakukan antisipasi, penyesuaian-penyesuaian dalam rangka menyikapi kondisi lingkungan saat ini yang telah berubah secara total. Yaitu perubahan karena masalah pandemi dan berbagai macam isu permasalahan kebangsaan, maka sekiranya momen dapat memilih calon pemimpin yang dapat merespon dan mengeksekusi permasalahan-permasalahan tersebut.

Staf ahli gubernur bidang SDM, pengembangan wilayah Faridah Rauna, SE, MSi dan Ketua DPRD Sulawesi Tengah Nilam Sari Lawira, SE, MM

“Saya berharap agar momen muswil ini betul-betul dapat dimanfaatkan dalam rangka melakukan antisipasi dan penyesuaian, karena kondisi lingkungan strategis saat ini yang berubah secara total. Apa dan bagaimana LDII kedepan itu tergantung dari forum musyawarah ini,” ujar Chriswanto.

Di kesempatan tersebut Chriswanto mengapresiasi visi pemerintah Sulteng yaitu mewujudkan kualitas manusia provinsi Sulawesi Tengah melalui reformasi sistem pendidikan dan kesehatan dasar, mewujudkan reformasi birokrasi, supremasi hukum dan penegakan nilai-nilai kemanusian dan keadilan.

Melihat visi pemerintah Sulteng ini, Ia yakin banyak hal yang bisa disinergikan dengan tema Muswil LDII Sulteng “Peran LDII dalam Mewujudkan  SDM Profesional Religius Menuju Sulawesi Tengah Lebih Sejahtera dan Lebih Maju,”.

“LDII Sulteng harus dapat membuktikan tagline yang dibangun secara nasional “LDII untuk Bangsa”. Sehingga keberadaan LDII dapat memberikan manfaat untuk bangsa dan negara ini,” tantangnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa LDII adalah organisasi kemasyarakan, tentu masyarakat berharap dan bertanya apa manfaat dari LDII di tengah masyarakat. 

“Oleh karena itu, program kerja nanti harus down to earth,  program yang dapat dieksekusi dan memberikan manfaat nyata untuk masyarakat,” ujarnya lagi.

Chriswanto juga menyampaikan tagline 3K LDII “Karya, Kontribusi dan Komunikasi”. 

“Lakukan karya nyata sekecil apapun yang mempunyai nilai kontribusi kepada masyarakat lalu komunikasikan dengan baik. Insya Alloh keberadaan LDII memberikan manfaat untuk bangsa. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah “Khoirunnas…” sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” katanya.

“Sulawesi tengah mempunyai peluang besar menjadi produsen untuk mensuplai ibukota negara Nusantara yang diletakkan di Kalimantan. Kita harus jeli melihat peluang ini untuk kesejahteraan masyarakat Sulaesi Tengah,” jelasnya. (kim kalteng)

Leave a Reply

Your email address will not be published.