LDII Kalteng Serukan Toleransi dan Persatuan di Festival Isen Mulang

PALANGKA RAYA — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Kalimantan Tengah, H. Nurprayudi, S.E., menyerukan pentingnya menjaga toleransi dan memperkuat persatuan antarumat beragama dalam kehidupan bermasyarakat. Seruan tersebut disampaikan dalam sesi podcast bersama Iptu Ganjar Satriyono, S.Sos., M.A.P., dari Densus 88 Kalimantan Tengah, yang digelar di kawasan Festival Budaya Isen Mulang, Jalan Tjilik Riwut Km 5, Palangka Raya, Senin (18/5/2026) pukul 16.00 WIB.


Podcast bertajuk “Islam Moderat Itu Gimana Sih?” tersebut berlangsung di tengah ramainya pengunjung festival budaya tahunan kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah. Melalui kegiatan itu, pesan tentang moderasi beragama dan pentingnya menjaga kerukunan dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, H. Nurprayudi menegaskan bahwa keberagaman bukanlah sumber perpecahan, melainkan potensi yang harus dikelola dengan bijak berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal.

Ia mengaitkan hal tersebut dengan falsafah Huma Betang, filosofi hidup masyarakat Dayak yang menjunjung tinggi kebersamaan, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai.


“Dalam keberagaman, kebersamaan dan persatuan harus terus kita jaga sesuai dengan falsafah Huma Betang. Sikap saling mengerti, memahami, dan menerima perbedaan agama, budaya, maupun sosial akan menjadi kekuatan besar apabila memiliki tujuan dan persepsi yang sama demi kepentingan bersama,” ujar H. Nurprayudi.


Ia juga menekankan bahwa toleransi memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan sosial. Menurutnya, sikap toleran dapat mencegah konflik dan perpecahan, menciptakan kedamaian, mempererat persaudaraan, mendukung kerja sama, serta memperkuat rasa nasionalisme.
Selain itu, ia menilai toleransi antarumat beragama maupun di internal umat beragama hanya dapat terwujud apabila komunikasi antarkelompok berjalan dengan baik, terbuka, dan berkesinambungan.


Kehadiran Densus 88 dalam forum tersebut menunjukkan sinergi antara organisasi kemasyarakatan keagamaan dan aparat keamanan dalam menguatkan narasi Islam moderat sebagai upaya mencegah berkembangnya paham ekstremisme dan radikalisme. Kolaborasi semacam ini dinilai strategis, terutama karena menyasar masyarakat secara langsung di ruang publik seperti festival budaya.


Melalui kegiatan ini, LDII Kalimantan Tengah berupaya membumikan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat. Ke depan, sinergi antara tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan aparat keamanan diharapkan terus diperkuat guna menjaga kohesi sosial serta mempererat kerukunan di Provinsi Kalimantan Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *