Tak Sekadar Kumpul-Kumpul, Ini Tujuan Ratusan Remaja LDII Denpasar Ikuti Outbound

Denpasar (31/7) – Ratusan muda-mudi LDII Denpasar mengikuti acara gathering dan outbound di Bali Outbound & Farmstay, Baturiti, Tabanan.

Di dataran tinggi nan sejuk itu peserta diajak mengikuti aneka permainan serta memasak bersama untuk menambah keakraban.

Acara yang diinisiasi Bagian Pemuda, Kepanduan, Olahraga dan Seni Budaya DPD LDII Kota Denpasar itu mengusung tema “Menuju Era 4.0 Remaja LDII Kota Denpasar Siap Menjadi Insan yang Profesional Religius”.

Rikiy Lukman, ketua panitia mengatakan acara ini diikuti pemuda berusia antara 20-23 tahun. Acara juga diikuti perwakilan muda-mudi dari LDII Tabanan, Gianyar, dan sekitarnya.

“Total peserta 157 orang. Tujuan acara ini agar antara pemuda-pemudi LDII sekota Denpasar saling mengenal, kemudian terjalin kerukunan, kekompakan dan kerjasama yang baik. Selain itu, juga untuk mengisi waktu luang dengan hal yang positif dan bermanfaat,” kata Rikiy disela-sela acara, Minggu (31/7).

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Denpasar, H Moh Kafilari Rohimanto dalam sambutannya menyampaikan, supaya regenerasi di tubuh LDII berjalan dengan baik, maka generasi muda LDII harus menyiapkan diri sebaik-baiknya menyambut tongkat estafet perjuangan dan kepemimpinan dalam LDII.

“Menghadapi era 4.0 banyak perubahan yang terjadi, karena itu para generasi muda harus pandai memilah dan memilih mana yang terbaik baginya. Karena perkembangan LDII tergantung pada pemuda pemudinya,” kata Kafilari.

Di tempat yang sama, H Machfud Yusron, selaku Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kota Denpasar mengingatkan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan acara ini sebaik mungkin.

“Pandemi mengajarkan kita banyak hal, selama dua tahun lebih pergerakan dan aktivitas kita terbatas, kesempatan seperti ini tidak kita miliki sebelumnya. Maka manfaatkan sebaik baiknya untuk mengejar ketertinggalan,” ujar Machfud.

Machfud juga berpesan agar para generasi muda LDII supaya menjadi generasi yang profesional religius.
Sebab, dimasa mendatang, tidak menutup kemungkinan salah satu dari generasi LDII menjadi pemimpin.

“Kalau Allah menghendaki, salah satu diantara kalian bisa menjadi bupati, gubernur, atau bahkan presiden. Maka profesional saja tidak akan cukup, betapa banyak orang profesional yang akhirnya terjerat korupsi, oleh karena itu menjadi insan religius sangat penting,” pesan Machfud.

Diakhir acara peserta dan panitia membersihkan tempat acara dari sampah. (das)Tak Sekadar Kumpul-Kumpul, Ini Tujuan Ratusan Remaja LDII Denpasar Ikuti Outbound Denpasar (31/7) – Ratusan muda-mudi LDII Denpasar mengikuti acara gathering dan outbound di Bali Outbound & Farmstay, Baturiti, Tabanan. Di dataran tinggi nan sejuk itu peserta diajak mengikuti aneka permainan serta memasak bersama untuk menambah keakraban. Acara yang diinisiasi Bagian Pemuda, Kepanduan, Olahraga dan Seni Budaya DPD LDII Kota Denpasar itu mengusung tema “Menuju Era 4.0 Remaja LDII Kota Denpasar Siap Menjadi Insan yang Profesional Religius”. Rikiy Lukman, ketua panitia mengatakan acara ini diikuti pemuda berusia antara 20-23 tahun. Acara juga diikuti perwakilan muda-mudi dari LDII Tabanan, Gianyar, dan sekitarnya. “Total peserta 157 orang. Tujuan acara ini agar antara pemuda-pemudi LDII sekota Denpasar saling mengenal, kemudian terjalin kerukunan, kekompakan dan kerjasama yang baik. Selain itu, juga untuk mengisi waktu luang dengan hal yang positif dan bermanfaat,” kata Rikiy disela-sela acara, Minggu (31/7). Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Denpasar, H Moh Kafilari Rohimanto dalam sambutannya menyampaikan, supaya regenerasi di tubuh LDII berjalan dengan baik, maka generasi muda LDII harus menyiapkan diri sebaik-baiknya menyambut tongkat estafet perjuangan dan kepemimpinan dalam LDII. “Menghadapi era 4.0 banyak perubahan yang terjadi, karena itu para generasi muda harus pandai memilah dan memilih mana yang terbaik baginya. Karena perkembangan LDII tergantung pada pemuda pemudinya,” kata Kafilari. Di tempat yang sama, H Machfud Yusron, selaku Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kota Denpasar mengingatkan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan acara ini sebaik mungkin. “Pandemi mengajarkan kita banyak hal, selama dua tahun lebih pergerakan dan aktivitas kita terbatas, kesempatan seperti ini tidak kita miliki sebelumnya. Maka manfaatkan sebaik baiknya untuk mengejar ketertinggalan,” ujar Machfud. Machfud juga berpesan agar para generasi muda LDII supaya menjadi generasi yang profesional religius. Sebab, dimasa mendatang, tidak menutup kemungkinan salah satu dari generasi LDII menjadi pemimpin. “Kalau Allah menghendaki, salah satu diantara kalian bisa menjadi bupati, gubernur, atau bahkan presiden. Maka profesional saja tidak akan cukup, betapa banyak orang profesional yang akhirnya terjerat korupsi, oleh karena itu menjadi insan religius sangat penting,” pesan Machfud. Diakhir acara peserta dan panitia membersihkan tempat acara dari sampah. (das)

Leave a Reply

Your email address will not be published.