DPP LDII Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah di Kalbar

Pontianak – Ketua DPP LDII, DR H. Ardito Bhinadi menjelaskan, sebagai organisasi dakwah, LDII telah menyusun peta jalan kontribusi menuju Indonesia Maju, dan pada tahun 2022 diupayakan ada langkah-langkah peningkatan ekosistem ekonomi syariah. “Salah satu upaya konkrit LDII dalam peningkatan ekosistem dan kapasitas lembaga serta SDM ekonomi syariah menjalin kerjasama dengan BSI. Maka materi yang disepakati perlu disosialisasikan,” ujarnya saat memberikan arahan secara virtual dalam silaturahim dan sosialisasi MOU DPP LDII dan PT BSI Tbk, Minggu 31 Juli 2022.
Silaturahim yang digelar LDII Kalbar menurutnya menjadi bagian dari peningkatan kapasitas lembaga dan SDM ekonomi syariah. “Jadi kerjasama ini tidak sebatas pemanfaatan jasa dan produk keuangan syariah, tetapi juga untuk meliterasi warga LDII,, dengan harapan kapasitas kelembagaan dan SDM ekonomi syariah juga meningkat” tegas Ardhito yang dosen UPN Veteran Yogyakarta.
Untuk itu lanjut dia, DPP menaruh harapan ekosistem ekonomi syariah semakin kuat di Kalbar. “Saya menyarankan LDII kalbar melakukan pemetaan kapasitas kelembagaan di wilayahnya. Mulai dari takmir masjid, UB, dan struktural hingga di tingkat PC Dan PAC. selain itu terus silaturahim dengan BSI juga diperkuat, tujuannya untuk membangun sinergi ekosistem ekonomi syariah di Kalbar,” tambahnya.
Sementara itu Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto mengapresiasi ikhtiar DPP LDII dengan menggandeng BSI untuk penguatan kinerja ekonomi syariah. “Kami di Kalbar merasa terbantu dengan Nota Kesepahaman antara LDII dan BSI yang ditandatangani Februari 2022 lalu. Agar tidak keluar dari apa yang menjadi kesepakatan maka kami lakukan silaturahim dan sosialisasi” katanya.
Orientasi dari sosialisasi ini ada harapan agar kaidah-kaidah bermuamalah bisa mempedomani dengan yang sudah disyariatkan agama. “Harapannya penerapan kaidah bermuamalah sesuai dengan yang telah disyariatkan, dan menjadi bagian ikhtiar dalam menyempurnakan ibadah kepada Allah,” tambah Susanto.
Diakui angka literasi ekonomi syariah di Kalbar masih cukup rendah, padahal ada menyimpan peluang yang cukup besar apabila sektor ini bisa dimanfaatkan untuk perekonomian Kalbar. “Literasi ekonomi syariah masih rendah, maka dengan sosialisasi yang diikuti 14 kabupten/kota secara hibrid akan mampu meningkatkan literasi warga tentang ekonomi syariah. Ini harapan yang ingin kami peroleh. ” ungkap dia.
Dirinya berkeyakinan, jika literasi warga tentang ekonomi syariah meningkat, maka kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalbar juga besar. “Tantangan terberat adalah peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang ekonomi syariah. Jika ini mampu dijawab insya Allah sektor ekonomi syariah cukup besar menyumbang kinerja ekonomi di Kalbar,” tegas Susanto.
Hal sama dikatakan Area Retail dan Transaksi Bisnis Manager (ARTM) BSI Pontianak, Reni Kurniasih. Dirinya berharap dengan sosialisasi ini akan tumbuh kesadaran warga untuk menjalankan. muamalah secara syariah. “Semoga output hari ini banyak yang melek keuangan syariah. Maka point-point yang disepakati antara LDII dan BSI bisa dilakukan,” tegas nya.*Rilis DPW kalbar* DPP LDII Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah di Kalbar Pontianak – Ketua DPP LDII, DR H. Ardito Bhinadi menjelaskan, sebagai organisasi dakwah, LDII telah menyusun peta jalan kontribusi menuju Indonesia Maju, dan pada tahun 2022 diupayakan ada langkah-langkah peningkatan ekosistem ekonomi syariah. “Salah satu upaya konkrit LDII dalam peningkatan ekosistem dan kapasitas lembaga serta SDM ekonomi syariah menjalin kerjasama dengan BSI. Maka materi yang disepakati perlu disosialisasikan,” ujarnya saat memberikan arahan secara virtual dalam silaturahim dan sosialisasi MOU DPP LDII dan PT BSI Tbk, Minggu 31 Juli 2022. Silaturahim yang digelar LDII Kalbar menurutnya menjadi bagian dari peningkatan kapasitas lembaga dan SDM ekonomi syariah. “Jadi kerjasama ini tidak sebatas pemanfaatan jasa dan produk keuangan syariah, tetapi juga untuk meliterasi warga LDII,, dengan harapan kapasitas kelembagaan dan SDM ekonomi syariah juga meningkat” tegas Ardhito yang dosen UPN Veteran Yogyakarta. Untuk itu lanjut dia, DPP menaruh harapan ekosistem ekonomi syariah semakin kuat di Kalbar. “Saya menyarankan LDII kalbar melakukan pemetaan kapasitas kelembagaan di wilayahnya. Mulai dari takmir masjid, UB, dan struktural hingga di tingkat PC Dan PAC. selain itu terus silaturahim dengan BSI juga diperkuat, tujuannya untuk membangun sinergi ekosistem ekonomi syariah di Kalbar,” tambahnya. Sementara itu Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto mengapresiasi ikhtiar DPP LDII dengan menggandeng BSI untuk penguatan kinerja ekonomi syariah. “Kami di Kalbar merasa terbantu dengan Nota Kesepahaman antara LDII dan BSI yang ditandatangani Februari 2022 lalu. Agar tidak keluar dari apa yang menjadi kesepakatan maka kami lakukan silaturahim dan sosialisasi” katanya. Orientasi dari sosialisasi ini ada harapan agar kaidah-kaidah bermuamalah bisa mempedomani dengan yang sudah disyariatkan agama. “Harapannya penerapan kaidah bermuamalah sesuai dengan yang telah disyariatkan, dan menjadi bagian ikhtiar dalam menyempurnakan ibadah kepada Allah,” tambah Susanto. Diakui angka literasi ekonomi syariah di Kalbar masih cukup rendah, padahal ada menyimpan peluang yang cukup besar apabila sektor ini bisa dimanfaatkan untuk perekonomian Kalbar. “Literasi ekonomi syariah masih rendah, maka dengan sosialisasi yang diikuti 14 kabupten/kota secara hibrid akan mampu meningkatkan literasi warga tentang ekonomi syariah. Ini harapan yang ingin kami peroleh. ” ungkap dia. Dirinya berkeyakinan, jika literasi warga tentang ekonomi syariah meningkat, maka kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kalbar juga besar. “Tantangan terberat adalah peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang ekonomi syariah. Jika ini mampu dijawab insya Allah sektor ekonomi syariah cukup besar menyumbang kinerja ekonomi di Kalbar,” tegas Susanto. Hal sama dikatakan Area Retail dan Transaksi Bisnis Manager (ARTM) BSI Pontianak, Reni Kurniasih. Dirinya berharap dengan sosialisasi ini akan tumbuh kesadaran warga untuk menjalankan. muamalah secara syariah. “Semoga output hari ini banyak yang melek keuangan syariah. Maka point-point yang disepakati antara LDII dan BSI bisa dilakukan,” tegas nya. (Kim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.