Pesan Kepala Kesbangpol untuk LDII, Perkokoh Ukhuwah Islamiyah

PALANGKA RAYA, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah Andi Arsyad, ST yang hadir pada orientasi DPW LDII Kalteng Minggu (20/3) menyampaikan bahwa sebagai bentuk implementasi keberadaan ormas sesuai dengan pasal 21 Undang undang no 17 tahun 2013 tentang organisasi kemasyarakatan, ditegaskan supaya melaksanakan kegiatan sesuai dengan tujuan organisasi.

Kepala Badan Kesbangpos Andi Arsad, ST

“Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan Republik Indonesia, memelihara nilai agama, budaya, moral, etika dan norma kesusilaan serta memberikan manfaat untuk masyarakat. Menjaga ketertiban umum dan terciptanya kedamaian dalam masyarakat. Melakukan pengelolaan keuangan dengan cara transparan dan acountabel serta berpartisipasi dalam pencapaian tujuan negara,” beber Andi.

“Oleh karena itu pengurus ormas diharapkan memiliki rasa dan sifat nasionalisme yang tinggi, semakin meningkatnya pemahaman dan semangat berkebangsaan, untuk melakukan bela negara dalam semua aspek kehidupan bernegara yaitu dengan memberikan dan mendarmabaktikan yang terbaik untuk kejayaan bangsa dan negara,” ujarnya.

“Dengan demikian potensi konflik internal organisasi dapat diminimalisir serta dapat bersinergi dengan pemerintah sebagai mitra dalam percepatan pembangunan di segala bidang,” jelas Andi.

Diwawancarai secara terpisah, Kepala Kesbangpol Andi Arsad berpesan kepada pengurus DPW LDII yang baru agar memupuk, membangun dan menjaga NKRI juga Pendidikan yang baik kepada jamaah dan keluarga sendiri di rumah dengan tetap menjaga nilai-nilai penghayatan dan pengamalan Pancasila. Sehingga segala bentuk konflik bis akita hindari dan minimalisir.

“Kedepan supaya tetap memperkokoh ukhuwah Islamiyah, karena di sini sebagai umat yang mayoritas tentunya harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Selalu tetap sadar hukum dan memberikan Pendidikan agama untuk membentuk karakter warga LDII,” ungkapnya. (IM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.