LDII Sarankan 4 Roda Berputar Hadapi Inflasi

ilustrasi

Jakarta (13/9). Kementerian Keuangan dalam rilisnya menyebutkan dampak kenaikan harga BBM, terutama pada masyarakat kalangan bawah. Hal ini memicu kenaikan inflasi terjadi pada kisaran 1,88% -2,2%.

Upaya Pemerintah Pusat dan Daerah bersama BI menjaga inflasi tetap terkendali terutama harga pangan. Dampak rambatan kebijakan ini perlu diantisipasi. Untuk melindungi masyarakat yang kurang mampu dan rentan, Pemerintah memberikan bansos tambahan sebesar Rp24,17 T guna menekan kemiskinan.

DPP LDII menilai langkah pemerintah yang memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat, yang terdampak langsung kenaikan BBM sebagai program jaring pengaman sosial yang diberikan sebagai upaya meringankan beban masyarakat akibat kenaikan harga kebutuhan hidup sehari-hari. 

Namun, BLT tersebut menurut Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso bersifat pertolongan pertama, yang terpenting adalah bangsa ini kembali dan terus menghidupkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. 

“Bila gotong-royong dan kepedulian sosial menjadi karakter bangsa, Insya Allah kita bisa hadapi bersama-sama. LDII mendorong gotong-royong dan kepedulian sosial dalam bentuk  4 (empat) roda berputar,” ujar KH Chriswanto Santoso. 

Empat roda berputar itu, menurut KH Chriswanto adalah pertama, yang kuat membantu yang lemah. Kedua, mereka yang bisa, mengajari yang tidak bisa. Ketiga, yang ingat mengingatkan yang lupa. Sementara keempat, yang salah dinasehati dan diingatkan untuk memperbaiki kesalahannya. “Keempat hal tersebut merupakan nilai-nilai kebaikan yang universal, yang dapat diadopsi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tutur KH Chriswanto. 

Negara menurutnya, memiliki kewajiban menjaga dan menyejahterakan rakyatnya. Namun, kompleksitas masalah mengharuskan masyarakat menghimpun dirinya dalam konteks masyarakat madani, untuk membantu pemerintah. Maka, warga masyarakat yang kuat secara politik dan ekonomi harus membantu masyarakat lainnya, yang belum terjangkau tangan pemerintah, “Terutama pada saat krisis ekonomi, yang mungkin saja akan kita hadapi,” ujarnya. 

Sementara yang bisa mengajari yang tidak bisa, bisa diwujudkan dengan mendorong munculnya pengusaha-pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan demikian, terbuka luas lapangan kerja untuk membantu meringankan beban masyarakat. 

“Konsep yang ingat mengingatkan yang lupa, adalah selalu kritis dan memberi masukan terhadap kebijakan pemerintah. Agar masyarakat bisa kreatif dalam berekonomi, di mana kebijakan selalu berpihak kepada masyarakat bawah. Namun mampu mengakomodasi kepentingan investor,” imbuh KH Chriswanto. 

Ia memaparkan konsep yang salah dinasehati, diingatkan untuk memperbaiki kesalahannya, adalah seluruh bangsa Indonesia baik masyarakat maupun pejabat negara harus lapang dada, “Semua pihak harus saling mengingatkan agar tidak mengulangi kesalahan. Suatu aturan atau kebijakan kadang kurang pas di lapangan. Untuk itu, sangat penting saling mengingatkan,” tuturnya. 

Dalam pandangan KH Chriswanto, masyarakat tidak harus emosi apalagi sampai berbuat anarki untuk mengingatkan penguasa. Sementara penguasa, jangan dengan mudah menghukum rakyat karena kekhilafan mereka, “Pendek kata, kita semua saling ingat mengingatkan dan diarahkan kepada kebaikan,” imbuh KH Chriswanto.

Bila empat roda berputar tersebut dilaksanakan seluruh elemen bangsa, KH Chriswanto meyakini bangsa Indonesia dapat melalui krisis dengan selamat, “Bangsa besar bukan hanya dilihat dari luas wilayah dan kekuatan militernya, namun karakternya sebagai bangsa yang unggul,” pungkasnya.

Semetara Ketua DPD LDII Kotawaringin Timur Dasuki, SPd menanggapi perubahan harga BBM sebagai ujian bagi orang iman. Bahwa kehidupan di dunia ini, apapun kejadiannya telah tertulis di lauhilmahfuz. Ketetapan Allah tak mungkin terelakkan. 

“Dalam hadis riwayat Muslim Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, Allah telah menulis takdirnya semua makhluk 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi,” ujarnya.

Dari hadis ini dapat dijadikan pijakan bagi orang iman dalam menyikapi dinamika kehidupan di dunia. Apapun bisa terjadi, baik hal yang mungkin maupun yang tak mungkin sekalipun. Kunfayakuun.  

Dasuki mengingatkan tentang wabah pandemi covid-19,”Siapa orangnya pernah menyangka virus covid mampu memporak-porandakan relung kehidupan di bumi ini. Bangsa-bangsa di dunia dibuat tak berdaya olehnya. Dan kitapun mengakui, menyaksikan serta mengalaminya. Apa nasihat terbaik? Sabar dan tawakal ! ,” tegasnya.

Sabar berarti mampu menahan diri dari amarah dan caci maki. Memiliki kesadaran diri sepenuhnya akan hakiki kekuasaan sepenuhnya Allah SWT terhadap apa yang Dia kehendaki untuk hamba Nya. Kemudian dengan sabar itu tumbuh sangka baik kepada Allah (husnudzon billah ). Tiap ujian atau cobaan pasti akan ada hikmahnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.