Pengajian Rutin, DPD LDII Palangka Raya Ajak Menjaga Kesehatan Ginjal

PALANGKA RAYA (11/9)– DPD LDII Kota Palangka Raya menggelar pengajian rutin bulanan di Masjid Jamiatul Amaliyah pada Minggu (11/9). Peserta pengajian adalah warga LDII dari 3 PAC yang ada di Kota Palangka Raya, yaitu PAC Menteng, PAC Palangka dan PAC Sebangau.
Ketum DPP LDII KH Chriswanto Santoso selalu mengingatkan dalam setiap kesempatan tentang pentingnya 8 program pengabdian kepada masyarakat.
“Untuk terus berkontribusi untuk bangsa, LDII mempunyai 8 fokus bidang pengabdian kepada masyarakat, yaitu 1. bidang kebangsaan, 2. bidang dakwah, 3. bidang pendidikan, 4. bidang pangan dan lingkungan hidup, 5. bidang ekonomi syariah, 6. bidang kesehatan alami, 7. bidang teknologi digital dan 8. bidang energi terbarukan”, ujar Chriswanto.

DPD LDII Kota Palangka Raya melalui wakil ketua Didik Purwanto mengajak warga LDII ikut mensukseskan 8 bidang pengabdian tersebut disesuaikan dengan kondisi yang ada di Palangka Raya. “Pada pengajian bulan ini kita akan berikan pemaparan materi kepada warga LDII tentang kesehatan khususnya ginjal”, katanya.

Materi Kesehatan
Wakil Ketua DPD LDII Palangka Raya Didik Purwanto yang juga anggota Forum Komunikasi Kesehatan Indonesia (FKKI) menyampaikan materi kesehatan tentang mitos dan fakta penyakit ginjal. Penyakit ginjal tidak selalu ditandai dengan gejala sakit pinggang. Mencegah lebih baik daripada mengobati.
“Ginjal adalah organ yang sangat penting bagi tubuh kita, ginjal berfungsi sebagai penyaring darah, orang yang menderita kencing manis dan hipertensi yang menahun bisa menyebabkan gagal ginjal”, papar Didik Purwanto.


“Mengkonsumsi obat-obatan secara berlebihan, tidak baik untuk kesehatan ginjal maupun hati, sebaiknya gunakan saja pengobatan herbal atau obat-obatan alami”, jelas Didik.
“Pencegahan penyakit ginjal bisa dengan memperbanyak minum air putih, mengurangi konsumsi obat kimia, bisa diganti dengan minum jamu-jamu alami”, ujarnya.

Materi Dakwah
Ustazd Fauzi Abdillah saat menyampaikan materi makna Al-Qur’an menyampaikan dalam surah at-tahrim ayat 8, bahwa setiap anak Adam yang ada didunia ini melakukan kesalahan maka hendaklah segera bertaubat dengan taubat nasuha. “Di dalam alhadist diterangkan bahwa bertaubat itu ada ketentuannya, yaitu, pertama mau mengakui kesalahannya, kedua mengucapkan istghfar, mendatangkan kafaroh/sebagai pelebur.
“Jika manusia berbuat dosa maka segeralah bertaubat kepada Allah, jangan sampai menunggu dosanya berkumpul banyak, karena jika seseorang sudah bertaubat, maka dia menjadi bersih dari dosa”, jelas ustazd Fauzi Abdillah.
Di sesi kedua, ustazd Rudi Totok Purnomo menyampaikan kumpulan dalil dalam Al-Qur’an dan Alhadist tentang bagaimana sesama muslim saling mengingatkan bila berbuat salah. “Suatu saat nabi Saw pernah Shalat Dhuhur dikerjakan dua rakaat lalu nabi salam, kemudian sahabat menegur/mengingatkan nabi Saw, wahai nabi apakah engkau sedang meng-qosor, lalu nabi menyempurnakan dengan menambahi dua rakaat lagi”, papar ust Rudi. (im)

Leave a Reply

Your email address will not be published.