Ngeri, Asap Akibat Karhutla Semakin Pekat di Palangka Raya

Palangka Raya – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya semakin pekat pada Sabtu (24/10/2026). Pemantauan pagi menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 1.247–4.249, jauh melampaui ambang berbahaya sebesar 300.

Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di jalan raya kurang dari 100 meter. Situasi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan membahayakan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sejak pertengahan Agustus tercatat 333.470 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sementara itu, 10 puskesmas di Palangka Raya melaporkan sebanyak 1.936 kasus ISPA selama Oktober 2026.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak. Apabila harus keluar, gunakan masker N95 atau KF94. Warga juga disarankan menutup ventilasi yang memungkinkan asap masuk, menggunakan penjernih udara jika tersedia, memperbanyak minum air putih, serta menghindari rokok dan makanan gorengan.

Selain itu, masyarakat diharapkan mendukung kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi anak sekolah. Warga yang mengalami sesak napas, mata perih, atau batuk berkepanjangan lebih dari tiga hari diimbau segera mendatangi puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Di tengah kondisi ini, masyarakat juga diajak memperbanyak istigfar, bermuhasabah, dan bertobat kepada Allah SWT, serta menjaga kesehatan dan meningkatkan kepedulian sosial serta ukhuwah wathaniyah. Seluruh pihak diharapkan bersama-sama menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat di tengah kabut asap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *