LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong Penanganan Karhutla

Palangka Raya – Ketua DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Tengah, Nur Prayudi, menekankan pentingnya gotong royong dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sebagian wilayah Kalimantan Tengah.

Ia menyampaikan keprihatinan atas kondisi cuaca ekstrem dan musibah karhutla yang berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan, serta kelancaran aktivitas harian masyarakat.

Menurut Nur Prayudi, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Penanganan karhutla pada dasarnya adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan kolaborasi erat dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, dunia usaha, hingga seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya Jumat, 23 Oktober 2026.

Ia mengajak seluruh pihak mengedepankan semangat persatuan dan gotong royong untuk mencari jalan keluar dari persoalan karhutla, terutama di tengah situasi yang membutuhkan penanganan cepat.

Nur Prayudi menilai upaya penanganan bencana perlu diarahkan pada penyatuan energi dan kerja sama untuk menyelesaikan persoalan, bukan saling menyalahkan satu sama lain.

Di sisi lain, LDII Kalteng menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, TNI/Polri, Manggala Agni, BPBD, pemadam kebakaran swakarsa, serta para relawan yang berjibaku memadamkan titik api di lapangan.

Ia menghormati kerja keras dan dedikasi para petugas serta relawan yang menjalankan tugas di tengah kondisi medan yang sulit demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Bumi Tambun Bungai.

Nur Prayudi turut menyoroti dinamika sosial berupa penyampaian aspirasi dan unjuk rasa oleh mahasiswa maupun elemen masyarakat terkait kondisi daerah.

Menurutnya, penyampaian aspirasi tersebut merupakan wujud kecintaan dan kepedulian terhadap daerah, sedangkan kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional dalam kehidupan berdemokrasi.

Ia menilai kepedulian generasi muda dan masyarakat terhadap persoalan lingkungan menjadi bagian penting dalam mengawal kepentingan bersama.

Meski demikian, Nur Prayudi berharap penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara sejuk, santun, damai, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Ia juga mendorong agar ruang dialog yang konstruktif antara masyarakat, aktivis, akademisi, dan pemerintah terus dibuka sehingga setiap gagasan maupun masukan dapat didengar dengan baik.

Menurutnya, komunikasi yang dilandasi keikhlasan dan sikap saling mendengarkan penting agar aspirasi masyarakat dapat diserap tanpa mengganggu ketertiban umum dan kondusivitas wilayah.

Selain mendorong kolaborasi dalam penanganan karhutla, Nur Prayudi mengimbau warga LDII dan masyarakat luas di Kalimantan Tengah agar mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan kebakaran.

Ia mengajak masyarakat saling mengingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta menjaga kebersihan lingkungan.

Masyarakat juga diimbau mengantisipasi dampak kesehatan akibat kondisi udara dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan menjaga pola hidup sehat.

Nur Prayudi berharap ikhtiar maksimal, kebersamaan, dan doa seluruh masyarakat dapat membantu Kalimantan Tengah melewati kondisi tersebut dengan aman dan lancar.

Ia turut berharap hujan dapat turun secara merata untuk memadamkan sisa-sisa titik api, sekaligus mengajak masyarakat menjaga kedamaian, persatuan, dan kelestarian alam Kalimantan Tengah agar tetap menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi generasi mendatang. (TIM LINES KALTENG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *