Orientasi DPW LDII Kalteng, Strategi Paradigma Bersanding dan Soft Skill 6 Tobiat Luhur Menjadi Senjata Ampuh

PALANGKA RAYA, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan orientasi pengurus DPW LDII 2021-2026 pada Minggu (20/3), dengan mengusung tema “Penguatan Kompetensi dan Kapasitas Diri sebagai Pengurus yang Responsif dan Komunikatif”. Orientasi DPW LDII Kalteng juga memperkuat pesan DPP untuk menerapkan strategi bersanding dan soft skill bagi semua pengurus.

Pengurus DPW LDII Kalteng dan DPP foto bersama Kepala Badan Kesbangpol Andi Arsad (tengah), Minggu (20/3).

Pelaksanaan orientasi berlangsung satu hari ini diikuti oleh semua pengurus DPW, DPD Kota Palangka Raya  secara tatap muka (offline) dan sejumlah DPD Kabupaten se-Kalimantan Tengah secara daring (online). Mengawali acara, Ketua DPW LDII Kalimantan Tengah H Nur Prayudi, SE mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai optimalisasi organisasi.

“Organisasi supaya bisa memberikan kontribusi positif terhadap dinamika pembangunan baik di Indonesia maupun di Kalimantan Tengah. LDII tidak hanya bergerak di bidang dakwah saja, melainkan juga bidang sosial dan pembangunan lainnya. Kalau melihat tema “Penguatan Kompetensi dan Kapasitas Diri yang Responsif dan Komunikatif mewujudkan Kalimantan Tengah yang Lebih Berkah dan Lebih Maju, itu bisa juga diwujudkan setidaknya dengan melakukan Langkah-langkah simple,” kata Nur Prayudi.

“Menguatkan kemampuan organisasi dengan cara menguatkan SDM yang professional dan religious. Kita sama-sama meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, kalau pengurus dan warga LDII memiliki itu semua, maka akan mudah melakukan kontribusi kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Nur Prayudi melanjutkan, kalau kontribusi kepada masyarakat bisa dilakukan, maka masyarakat akan lebih merasakan kemanfaatan organisasi LDII. Dan kalau LDII sudah bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, maka tugas organisasi untuk amar ma’ruf nahi mungkar akan lebih mudah jalannya.

“Kontribusi apapun yang kita lakukan, bila tidak diketahui oleh publik maka gerak organisasi tidak begitu terasa. Oleh karena itu peran media sebagai alat komunikasi public menjadi sesuatu yang sangat relevan. Oleh karena itu maka kekuatan di biro Komunikasi, Informasi dan Media (KIM) untuk saat ini sangat diperlukan,” tambah Nur Prayudi.

Membuka kegiatan orientasi tersebut, Korbid Dept. Hubungan Antar Lembaga DPP LDII, Prof Dr H Singgih Trisulistiono, MHum, menyampaikan terima kasih kepada Kaban Kesbangpol, Andi Arsad, ST yang telah bekerja sama dengan organisasi LDII untuk bisa menjalankan roda organisasi dan bisa memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Kalteng.

“Acara ini adalah amat sangat penting, karena acara ini bisa dimanfaatkan sebagai media komunikasi dengan para stake holder strategis dalam hal ini Pemprov Kalteng melalui kesbangpol, dengan adanya komunikasi yang lebih baik dan intensif maka akan terjadi penyamaan visi dan persepsi serta tujuan dari LDII dan pemerintah setempat, ujar Singgih.

Prof Singgih yang juga Ketua DPW Jawa Tengah ini mengatakan saat ini lebih mengedepankan paradigma bersanding daripada paradigma bersaing, LDII harus bisa memberikan kesejukan kepada masyarakat atau paradigma bersanding baik dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada maupun dalam mencapai tujuan Bersama yaitu masyarakat yang adil, Makmur, sejahtera yang merata dalam kehidupan NKRI ini.

Prof Singgih

“Juga bisa dijadikan media konsolidasi organisasi di jajaran pengurus bukan hanya di tingkat DPW tetapi juga antara DPW dengan DPD, juga PC serta PAC yang merupakan ujung tombak dari dakwah islam yang dilakukan oleh LDII,” lanjutnya.

“Kegiatan ini merupakan fase yang penting dalam perjalanan hidup suatu organisasi, dalam hal ini untuk pengurus baru DPW Kalteng yang baru saja menyelenggarakan muswil. Setelah pengurus baru terbentuk maka perlu ditingkatkan kompetensinya baik sifatnya internal maupun eksternal. Terkait internal yaitu tentang visi misi organisasi juga aspek yang terkait administrasi,” jelasnya.

Terkait roda organisasi, Singgih menambahkan, Syaidina Ali pernah berkata bahwa kebenaran yang tidak terorganisasi bisa dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisasi. “LDII membawa barang benar yaitu islam yang berdasarkan quran dan hadist, kalau tidak dimenej dengan administrasi yang baik maka amar ma’ruf nahi mungkar tidak akan berhasil dan akan kalah dengan kejahatan atau kebathilan yang terorganisir,” terangnya.

“Sedangkan aspek eksternal, LDII ada karena untuk kepentingan masyarakat dengan segala macam lapisannya, maka dari itu dengan melakukan dakwah islam, sebab dakwah adalah kewajiban bagi seluruh umat islam sebagaimana perintah Nabi Muhammad “ballighu anni walau ayatan” sampaikanlah dariku walaupun satu ayat,” tambahnya.

“Para pengurus harus memahami lingkungan strategis kita, sehingga bisa melakukan pendekatan atau sinergi terhadap masyarakat mulai dari taarruf/saling berkenalan lalu tafahhum/saling memahami dan mengerti kemudian taawwun/saling membantu yang akhirnya bisa takaful/saling menjamin,” jelasnya.

Di akhir sambutan Singgih menambahkan, menghadapi perubahan yang begitu cepat LDII memberikan bekal soft skill kepada warga LDII dan masyarakat secara umum. Karena soft skill ini dibutuhkan oleh manusia sejak lahir hingga meninggal, yaitu sikap jujur, Amanah, mujhid muzhid, rukun, kompak, dan kerjasama yang baik (6 tobiat luhur) itu akan tetap dibutuhkan oleh masyarakat. Dan LDII membekali generasi penerus dengan alim faqih, berakhlakul karimah dan punya kemandirian.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah Andi Arsyad, ST yang hadir pada orientasi DPW LDII Kalteng menyampaikan bahwa sebagai bentuk implementasi keberadaan ormas sesuai dengan pasal 21 Undang undang no 17 tahun 2013 tentang organisasi kemasyarakatan, ditegaskan supaya melaksanakan kegiatan sesuai dengan tujuan organisasi.

“Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan Republik Indonesia, memelihara nilai agama, budaya, moral, etika dan norma kesusilaan serta memberikan manfaat untuk masyarakat. Menjaga ketertiban umum dan terciptanya kedamaian dalam masyarakat. Melakukan pengelolaan keuangan dengan cara transparan dan acountabel serta berpartisipasi dalam pencapaian tujuan negara,” beber Andi.

“Oleh karena itu pengurus ormas diharapkan memiliki rasa dan sifat nasionalisme yang tinggi, semakin meningkatnya pemahaman dan semangat berkebangsaan, untuk melakukan bela negara dalam semua aspek kehidupan bernegara yaitu dengan memberikan dan mendarmabaktikan yang terbaik untuk kejayaan bangsa dan negara,” ujarnya.

“Dengan demikian potensi konflik internal organisasi dapat diminimalisir serta dapat bersinergi dengan pemerintah sebagai mitra dalam percepatan pembangunan di segala bidang,” jelas Andi.

Diwawancarai secara terpisah, Kepala Kesbangpol Andi Arsad berpesan kepada pengurus DPW LDII yang baru agar memupuk, membangun dan menjaga NKRI juga Pendidikan yang baik kepada jamaah dan keluarga sendiri di rumah dengan tetap menjaga nilai-nilai penghayatan dan pengamalan Pancasila. Sehingga segala bentuk konflik bis akita hindari dan minimalisir.

“Kedepan supaya tetap memperkokoh ukhuwah Islamiyah, karena di sini sebagai umat yang mayoritas tentunya harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Selalu tetap sadar hukum dan memberikan Pendidikan agama untuk membentuk karakter warga LDII,” ungkapnya.

Sebagai pemateri dalam orientasi DPW LDII Kalteng dengan menghadirkan pengurus DPP yaitu H Rioberto Sudauruk, SH.MH memaparkan tentang peraturan organisasi dan kesekretariatan, dan DR H Sarji Faisal, SH,MPd yang juga sebagai dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurroosyidiin (STAIMI) di Jakarta Timur memberikan materi tentang strategi komunikasi membangun sinergitas dalam berorganisasi. (IM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.