Lewat Pengajian Umum,FKKI LDII Palangka Raya Menyampaikan Kesehatan Postur Tubuh Saat Duduk dan Berdiri

Palangka Raya (11/01/25) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII kota Palangka raya melaksanakan pengajian umum di Masjid Jamiatul Amaliyah pada hari minggu yang diikuti oleh warga LDII.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman jamaah mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh dalam aktivitas sehari-hari, khususnya terkait postur tubuh saat duduk dan berdiri.

Pemateri dari FKKI, Zia Abdul Aziz menyampaikan materi tentang postur tubuh yang benar saat duduk dan berdiri. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan duduk dan berdiri dengan posisi yang salah dalam waktu lama dapat berdampak serius bagi kesehatan, terutama pada tulang belakang.

Salah satu dampak yang sering terjadi adalah saraf kejepit, nyeri punggung, hingga gangguan pada leher dan bahu. khususnya pada tulang leher (servikal) dan tulang punggung bawah (lumbal). Tekanan ini dapat menyebabkan gangguan pada bantalan tulang belakang (diskus intervertebralis) sehingga berisiko menimbulkan hernia nukleus pulposus (HNP) atau saraf kejepit. Selain itu, kondisi ini juga dapat memicu nyeri punggung bawah (low back pain), sakit leher kronis, skoliosis fungsional, serta keluhan seperti kesemutan dan mati rasa akibat penekanan saraf.

Tekanan ini menyebabkan perubahan posisi tulang dan bantalan tulang belakang (diskus), sehingga berisiko menekan saraf di sekitarnya. Kondisi ini dapat memicu nyeri, kesemutan, bahkan mati rasa pada bagian tubuh tertentu. Berdiri dengan posisi tubuh condong ke satu sisi, bahu tidak sejajar, atau perut terlalu maju ke depan dapat menyebabkan ketidakseimbangan beban pada tulang belakang. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu kelainan postur seperti lordosis, kifosis, atau skoliosis ringan yang berdampak pada nyeri kronis.


Zia menekankan pentingnya menjaga posisi tubuh yang ideal, yaitu dengan punggung tegak, bahu rileks, dan kepala sejajar dengan tulang belakang. Saat duduk, telapak kaki sebaiknya menapak rata di lantai, lutut sejajar atau sedikit lebih rendah dari pinggul, serta punggung disangga sandaran kursi. Sementara saat berdiri, berat badan harus dibagi merata pada kedua kaki agar tulang belakang tetap lurus dan seimbang.


Ia juga menyarankan agar jamaah rutin melakukan peregangan, terutama bagi mereka yang banyak bekerja dalam posisi duduk atau berdiri lama. Peregangan membantu melancarkan aliran darah, mengurangi ketegangan otot, serta mencegah kekakuan sendi yang dapat memperparah risiko gangguan tulang belakang.


Melalui pengajian ini, DPD LDII Kota Palangka Raya berharap warga LDII semakin sadar bahwa menjaga kesehatan tidak hanya melalui pola makan dan olahraga, tetapi juga melalui kebiasaan sederhana seperti memperbaiki postur tubuh. Dengan postur yang benar, kualitas hidup dapat meningkat dan risiko penyakit akibat kesalahan posisi tubuh dapat diminimalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *